Struktur Bilangan dalam Bahasa Arab (Adad dan Ma’dud)
Disertai Penjelasan Kaidah Nahwu dan Contoh Lengkap dengan Teks Arab
1. Definisi Adad dan Ma’dud
- العَدَدُ (Al-‘Adad): Angka atau bilangan yang menunjukkan jumlah.
- المَعْدُودُ (Al-Ma‘dūd): Benda yang dihitung.
Kaidah Umum:
Kesesuaian (atau ketidaksesuaian) antara adad dan ma’dud mengikuti pola tertentu dalam ilmu nahwu, tergantung pada jenis kelamin ma’dud dan jumlah bilangan.
Contoh:
- خَمْسَةُ كُتُبٍ = Lima buku
- Adad: خَمْسَةُ (lima)
- Ma’dud: كُتُبٍ (buku) — bentuk jamak dari كِتَاب
2. Kaidah Bilangan (Hukum-Hukum Adad)
A. Bilangan 1 dan 2 (١ – ٢)
- Adad mengikuti jenis ma’dud (muwāfaqah).
- Biasanya diletakkan setelah ma’dud, namun bisa juga sebelumnya dalam susunan tertentu.
Contoh:
- مُعَلِّمٌ وَاحِدٌ — satu guru (laki-laki)
- مُعَلِّمَةٌ وَاحِدَةٌ — satu guru (perempuan)
- كِتَابَانِ اثْنَانِ — dua buku
- قِصَّتَانِ اثْنَتَانِ — dua cerita
B. Bilangan 3–10 (٣ – ١٠)
- Adad berlainan jenis dengan ma’dud:
- Jika ma’dud mudzakkar → adad muannats
- Jika ma’dud muannats → adad mudzakkar
- Ma’dud berbentuk jamak dan majrūr (kasrah) sebagai mudhāf ilaih.
Contoh:
- ثَلَاثَةُ أَقْلَامٍ — tiga pena (قَلَم mudzakkar → adad muannats)
- خَمْسُ سَيَّارَاتٍ — lima mobil (سَيَّارَة muannats → adad mudzakkar)
Dalil Al-Qur’an:
سَخَّرَهَا عَلَيْهِمْ سَبْعَ لَيَالٍ وَثَمَانِيَةَ أَيَّامٍ حُسُومًا
“Dia menundukkannya untuk mereka selama tujuh malam dan delapan hari.” [QS. Al-Haqqah: 7]
- سَبْعَ (7) = mudzakkar karena “layāl” muannats
- ثَمَانِيَةَ (8) = muannats karena “ayyām” mudzakkar
C. Bilangan 11–12 (١١ – ١٢)
- Adad dan ma’dud memiliki bentuk khusus:
- Angka 11: kedua bagian mabnī fathah, mengikuti jenis ma’dud
- Angka 12: bagian pertama mu‘rab, bagian kedua mabnī fathah, juga sesuai jenis
Contoh:
- جَاءَ أَحَدَ عَشَرَ طَالِبًا — Datang 11 murid laki-laki
- جَاءَتْ إِحْدَى عَشْرَةَ طَالِبَةً — Datang 11 siswi
- قَرَأْتُ ٱثْنَيْ عَشَرَ كِتَابًا — Saya membaca 12 buku
- رَأَيْتُ ٱثْنَتَيْ عَشْرَةَ نَافِذَةً — Saya melihat 12 jendela
D. Bilangan 13–19 (١٣ – ١٩)
- Bagian pertama adad berlawanan jenis,
- Bagian kedua mengikuti jenis ma’dud.
- Ma’dud dalam bentuk mufrad dan manshūb (fathah), sebagai tamyīz.
Contoh:
- ثَلَاثَةَ عَشَرَ رَجُلًا — 13 laki-laki
- ثَلَاثَ عَشْرَةَ ٱمْرَأَةً — 13 perempuan
- سَبْعَةَ عَشَرَ قَلَمًا — 17 pena
E. Puluhan (20, 30, …, 90)
- Tidak dipengaruhi jenis ma’dud.
- Ma’dud dalam bentuk mufrad manshūb.
- Dii‘rab seperti jamak mudzakkar sālīm (ada rafa‘, nashab, dan jarr).
Contoh:
- حَفِظْتُ خَمْسِينَ آيَةً — Saya menghafal 50 ayat
- فِي ٱلْفَصْلِ ثَلَاثُونَ طَالِبًا — Di kelas ada 30 murid
- عِشْرِينَ دَقِيقَةً — 20 menit (dalam posisi nashab)
F. Bilangan 100, 1000, dan 1.000.000
- Ma’dud berbentuk jamak majrūr (kasrah) sebagai mudhāf ilaih.
- Kata مِئَة dan أَلْف bisa berubah bentuk jika dalam bentuk dual (مِئَتَانِ / أَلْفَانِ).
Contoh:
- عِنْدِي مِئَةُ كِتَابٍ — Saya memiliki 100 buku
- قَرَأْتُ مِئَتَيْ رِسَالَةٍ — Saya membaca 200 surat
- لَدَيْهِ أَلْفُ دِرْهَمٍ — Dia memiliki 1000 dirham
- نَشَرُوا مِلْيُونَ صُورَةٍ — Mereka menyebarkan sejuta gambar
3. Kaidah Ma’dud (Benda yang Dihitung)
Jumlah Adad | Ma’dud | Bentuk I’rab |
1–2 | Sama jenis, bisa sebelum/ sesudah adad | Mubtada/ khabar |
3–10 | Jamak dan majrūr | Mudhaf ilaih |
11–99 | Mufrad manshūb (fathah) | Tamyīz |
100+ | Jamak majrūr | Mudhaf ilaih |
4. Contoh Kalimat Praktis
- فِي ٱلْحَقِيبَةِ خَمْسَةُ كُتُبٍ
“Di dalam tas ada lima buku.” - قَرَأْتُ إِحْدَى عَشْرَةَ رِوَايَةً
“Saya membaca sebelas novel.” - حَفِظْتُ سَبْعِينَ حَدِيثًا
“Saya menghafal 70 hadis.” - فِي ٱلْمَخْزَنِ مِئَةُ عُبْوَةٍ
“Di gudang ada 100 kemasan.”
5. Latihan Mandiri
Terjemahkan ke dalam Bahasa Arab sesuai kaidah adad–ma’dud!
- 7 mobil → سَبْعُ سَيَّارَاتٍ
- 15 pensil (maskulin) → خَمْسَةَ عَشَرَ قَلَمًا
- 200 murid → مِئَتَا طَالِبٍ
***
Leave a Reply